Inilah "The Last Letter", sebuah puisi yang di tulis seorang wanita pengidap kanker payudara sebelum ia meninggal. Enjoy
#kisahhorror
Selamat pagi Teman
Pagi ini aku terburu-buru menuju sekolah
Tapi sebenarnya itu tidak terlalu buruk
Karena saat itulah kita bisa berkenalan
Kau dan aku berdiri di depan gerbang
Kita menunggu kebaikan hati bapak penjaga gerbang membukakannya
Aku ingat sekali tatapan matamu saat pertama kali datang ke rumahku
Saat kita duduk bersebelahan tetapi sama sekali tidak berbicara
Apakah kamu masih ingat saat pertama kali kita kencan?
Saat itu aku pulang terlalu larut
Hingga ayah mengunci pintu rumahku
Kau langsung meraih tanganku dan mengajakku pergi ke taman
Aku masih mengingatnya
Walaupun kini aku tak bisa lagi melangkah
Melainkan mengayuh roda ini
Saat pertama kali dokter menjatuhkan vonisnya dengan tatapan mata yang tajam
Aku merasa tidak ada yang pantas ada didekatku, tidak juga kamu
Saat itu ku kira kau sudah pergi dan mencari gadis lain
Tetapi aku terkejut saat seseorang mengetuk jendelaku tengah malam itu
Dan ternyata itu kau
Dengan lembut kau pakaikan sebuah cincin dijariku sambil berkata, “menikahlah denganku”
Saat mendengar itu, aku merasa sangat kuat
Bahkan vonis dingin dokter itu tidak terbukti sama sekali
Saat senja kau bawa aku ke pantai untuk melihat matahari tenggelam
Aku sangat senang, tetapi entah mengapa tubuhku semakin lemah
Ternyata dokter menang
Saat aku sama sekali tidak bisa bergerak, kau tak pernah pergi dari sisiku
Kau selalu mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa
Dan kau bilang aku masih terlihat cantik, aku tahu kau bohong
Tetapi aku lebih suka mendengar kau berbohong
Entah kenapa hari ini aku semakin melemah
Sepertinya aku perlu istirahat panjang
Tubuhku tak mampu lagi aku diami
Aku sadar mungkin ini saatnya aku pergi
Aku selalu mempersiapkan diri untuk hari itu, tetapi tetap saja terasa menyakitkan
Jangan sedih, aku menangis bukan karena takut untuk pergi
Aku menangis karena aku melihat matamu
Pandanganmu masih sama seperti saat kita pertama kali bertemu
Saat kita beradu pandang ketika kau pertama kali ke rumahku
Aku senang masih bisa melihat pandangan itu, bahkan saat aku akan pergi
Kini aku siap, siap untuk pergi
Sampaikan salamku terhadap semua orang yang aku cintai
Bilang pada mereka bahwa aku menyayangi mereka
Selamat malam teman hidupku
Terima kasih atas semua petualangan yang telah kita lewati selama ini
Kau teman terbaik ku
-end-
Sumber:
@kisahhorror